Proses audit laporan keuangan membutuhkan kerja sama yang baik antara perusahaan dan auditor. Persiapan yang matang sebelum audit dimulai dapat membantu proses pemeriksaan berjalan lebih efektif, terstruktur, dan efisien.
Perusahaan perlu memastikan bahwa data keuangan, dokumen pendukung, serta informasi yang dibutuhkan auditor telah tersedia dan dapat diakses dengan baik. Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum proses audit laporan keuangan.
1. Menyiapkan Laporan Keuangan
Pastikan laporan keuangan untuk periode yang akan diaudit telah disusun dan direview terlebih dahulu. Laporan yang umumnya diperlukan meliputi:
- Laporan posisi keuangan
- Laporan laba rugi
- Laporan arus kas
- Laporan perubahan ekuitas
- Catatan atas laporan keuangan
Laporan keuangan sebaiknya sudah melalui proses review internal sehingga potensi kesalahan dapat diidentifikasi lebih awal.
2. Menyiapkan Buku Besar dan Trial Balance
Auditor membutuhkan informasi mengenai transaksi dan saldo setiap akun. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyiapkan trial balance dan buku besar yang digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
Pastikan saldo yang terdapat pada trial balance telah sesuai dengan laporan keuangan.
3. Melakukan Rekonsiliasi
Rekonsiliasi merupakan salah satu langkah penting sebelum audit. Perusahaan sebaiknya melakukan rekonsiliasi terhadap akun-akun yang relevan, seperti:
- Rekening bank
- Piutang usaha
- Utang usaha
- Persediaan
- Aset tetap
- Pajak
- Akun lainnya yang diperlukan
Rekonsiliasi membantu perusahaan menemukan perbedaan atau kesalahan pencatatan sebelum proses audit dimulai.
4. Menyiapkan Dokumen Pendukung
Setiap transaksi penting sebaiknya memiliki dokumen pendukung yang lengkap. Dokumen tersebut dapat berupa invoice, kuitansi, kontrak, bukti pembayaran, rekening koran, purchase order, dan dokumen lainnya.
Dokumen yang terorganisir akan memudahkan auditor dalam melakukan pemeriksaan dan memperoleh bukti audit yang diperlukan.
5. Menyiapkan Data Aset dan Persediaan
Perusahaan perlu memastikan daftar aset tetap dan persediaan telah diperbarui serta sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Informasi seperti tanggal perolehan, nilai aset, akumulasi penyusutan, lokasi aset, dan status aset dapat diperlukan dalam proses audit.
Untuk persediaan, perusahaan juga perlu memastikan pencatatan stok telah diperbarui dan siap apabila diperlukan proses observasi atau pemeriksaan fisik.
6. Menyiapkan Dokumen Perpajakan
Dokumen perpajakan yang relevan juga perlu disiapkan, seperti bukti pembayaran pajak, pelaporan pajak, rekonsiliasi pajak, dan dokumen pendukung lainnya.
Kelengkapan dokumen perpajakan dapat membantu auditor memahami posisi dan transaksi pajak perusahaan selama periode yang diperiksa.
7. Menyiapkan Informasi Kontrak dan Perjanjian
Kontrak atau perjanjian yang memiliki dampak terhadap kondisi keuangan perusahaan perlu disiapkan. Contohnya adalah perjanjian pinjaman, kontrak sewa, perjanjian dengan pelanggan atau pemasok, serta perjanjian bisnis lainnya.
Informasi tersebut dapat membantu auditor memahami hak, kewajiban, serta transaksi yang perlu diperhatikan dalam laporan keuangan.
8. Menentukan PIC untuk Proses Audit
Perusahaan sebaiknya menunjuk person in charge (PIC) yang akan menjadi penghubung antara perusahaan dan auditor.
PIC dapat membantu mengoordinasikan permintaan data, menjawab pertanyaan auditor, serta memastikan dokumen yang dibutuhkan tersedia tepat waktu.
9. Melakukan Review Internal
Sebelum audit dimulai, lakukan review internal terhadap laporan keuangan dan akun-akun penting. Periksa apakah terdapat transaksi yang belum dicatat, saldo yang belum direkonsiliasi, atau dokumen yang belum lengkap.
Langkah ini dapat membantu mengurangi potensi kendala selama proses audit.
10. Mempersiapkan Tim untuk Berkoordinasi dengan Auditor
Audit bukan hanya tanggung jawab tim keuangan. Auditor dapat membutuhkan informasi dari berbagai bagian perusahaan, seperti keuangan, pajak, operasional, legal, hingga manajemen.
Koordinasi antarbagian akan membantu perusahaan memberikan informasi yang dibutuhkan secara lebih cepat dan akurat.
Checklist Persiapan Audit
Sebelum proses audit dimulai, perusahaan dapat memastikan beberapa hal berikut:
- Laporan keuangan telah disusun.
- Trial balance dan buku besar tersedia.
- Rekonsiliasi akun telah dilakukan.
- Dokumen transaksi telah dikumpulkan.
- Data aset dan persediaan telah diperbarui.
- Dokumen perpajakan tersedia.
- Kontrak dan perjanjian penting telah disiapkan.
- PIC audit telah ditentukan.
- Review internal telah dilakukan.
- Tim terkait telah diinformasikan mengenai proses audit.